Mengukur Tingkat Keterbacaan

-->


2.1.1        Mengukur Tingkat Keterbacaan 
VIDEO PEMBELAJARAN ASYIK
Pada dasarnya, tingkat keterbacaan itu dapat ditentukan melalui dua cara, yaitu melalui formula keterbacaan dan melalui respons pembaca. Formula keterbacaan pada dasarnya adalah instrumen untuk mempridiksi kesulitan dalam memahami bacaan. Skor keterbacaan berdasarkan formula ini didapat dari jumlah kata yang dianggap sulit, jumlah kata dalam kalimat, bangun kalimat dan susunan paragraf.
Ada beberapa formula keterbacaan yang dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat kesulitan/keterbacaan wacana. Misalnya, formula keterbacaan seperti “Reading Ease Formula (SE), Human Interest (HI), Formula Spache, Dale and Chall (DAC), Grafik Fry, Grafik Raygor, Cloze Test (Prosedur Klos/isian rumpang”.

Formula keterbacaan uji rumpang dilakukan dengan prosedur klose. Uji rumpang mempunyai fungsi ganda, pertama sebagai teknik pengajaran membaca dan yang kedua sebagai alat ukur untuk memperkirakan keterbacaan wacana. Interpretasi hasil uji rumpang sebagai alat ukur akan menggambarkan penggolongan wacana dan klarifikasi pembaca. Penggolongan wacana dapat memperkirakan apakah wacana tersebut tergolong mudah, sedang, atau sukar. Penggolongan siswa berdasarkan kemampuan membaca digolongkan yakni kelompok tingkat indepen-den, tingkat instruksional, dan tingkat frustasi.

SINI JUGA
-

0 Response to "Mengukur Tingkat Keterbacaan "

Post a Comment

KOMENTARMU